amanda todd story

assalamualaikum....

tujuan gue bikin blog ini sih sebenernya karena tuntutan tugas, tapi karena lagi iseng jadi pgn post cerita, cerita tentang kisah bully membully hehe. lanjut yaaa

jadi gue mau cerita tentang AMANDA TODD, pasti banyak yg udh tau karena ini kejadianya udh lamaaaa bgt, postan ini sih untuk yg belum taau aja siapa amanda todd itu.
dan mengingatkan kembali bahwa akibat dari bullying itu fatal bangetbangetbangett!


jadi, amanda ini udh jadi korban bullying selama bertahun-tahun,7 September 2012, ia sempat mengirim sebuah video di Youtube, berisi pengakuan terhadap apa yang dialaminya selama ini. Video yang hanya menunjukkan kartu-kartu berisi kisah hidupnya,
 Berikut adalah kisah yang diceritakannya melalui video tersebut:
Hello! Namaku Amanda Todd, aku memutuskan untuk menceritakan kisahku yang tak berujung pada kalian. Waktu kelas tujuh, aku bersama teman-teman main-main dengan melalui obrolan di video, bertemu dan berbincang-bincang dengan teman baru. Disana, aku mendapat kata-kata sanjungan seperti “Cantik”, “Menarik”, “Sempurna”, dan sebagainya. Lalu aku patuh saja ketika ada yang meminta menunjukkan bagian dadaku tanpa busana.
Setahun kemudian, tiba-tiba seseorang tanpa nama mengirimiku pesan di halaman profil Facebook. Pesan itu berbunyi, “Kalau kamu tidak mau menunjukkan sesuatu yang lain lagi, aku akan sebarkan fotomu,”. Pria itu mengaku memiliki alamat rumah, data tentang keluarga, teman-teman, dan semua yang kukenal.
Hingga suatu hari, saat libur Hari Natal, pada pukul empat pagi hari, polisi mengetuk pintu rumahku karena foto setengah telanjang itu tersebar luas di internet. Aku jatuh sakit, shock, dan depresi. Hidupku makin tak tenang, sering panik tak jelas. Sempat pindah rumah, dan terlibat dengan obat-obatan serta alkohol. Bukannya menyelesaikan masalah, justru semakin resah bahkan sampai tak bisa keluar rumah lagi.
Setahun kemudian, orang yang memerasku kembali muncul dan mengirim daftar teman-teman serta sekolahku, dan membuat Halaman Facebook (Facebook Page). Orang itu menggunakan fotoku sebagai avatar profil. Aku hanya bisa menangis semalaman, kehilangan semua teman-temanku, dan rasa hormat dari mereka… untuk kedua kalinya. Tak satupun kini menyukaiku. Mereka mengkata-kataiku, menghakimiku. Foto itu tak pernah bisa kudapatkan kembali, selamanya akan ada di luar sana.
Aku semakin depresi, bahkan mulai menyakiti diriku sendiri. Aku berjanji takkan pernah lagi melakukan hal itu. Aku tak punya teman lagi, tiap kali makan siang di sekolah, aku makan sendirian. Akupun pindah sekolah lagi, dan keadaan agak membaik meski pengucilan masih terjadi. Ketika makan siang, aku makan di perpustakaan setiap hari.
Sebulan setelah itu, aku bertemu seorang teman pria yang lebih tua. Kami saling bertukar pesan singkat di ponsel, hingga suatu ketika ia mengatakan menyukaiku, meski aku tahu ia sudah memiliki pacar. Suatu ketika, ia mengundangku untuk bertemu di rumahnya, ketika sang pacar sedang liburan. Aku memenuhi undangan itu. Sebuah kesalahan besar.
Kamipun terlibat hubungan intim. Aku pikir ia benar-benar menyukaiku. Seminggu kemudian, aku menerima pesan singkat di ponsel, “Keluar dari sekolahmu!” Rupanya pacar sang teman pria itu, beserta lima belasan orang lain mendatangiku ke sekolah, dia pun ada di antaranya. Sang pacar bersama dua orang lain meneriakiku di depan sekitar 50 orang anak lain di sekolah baruku, “Lihat, tak ada satupun yang menyukaimu!”
Seorang anak memprovokasi si pacar untuk memukuliku, dan terjadilah kekerasan itu. Aku didorong hingga terjatuh, dan dipukuli beberapa kali, sementara ada anak-anak lain memvideokan peristiwa itu. Aku benar-benar sendirian saat itu. Aku merasa menjadi lelucon di dunia ini, tak seorangpun layak diperlakukan seperti ini. Aku sendirian, berbohong bahwa apa yang terjadi semua karena kesalahanku, aku yang memulainya. Aku tak mau pria yang kupikir menyukaiku itu disakiti. Tapi ternyata yang diinginkannya hanyalah seks.
Seseorang kembali memprovokasi untuk memukuliku. Seorang guru datang melerai, tetapi membiarkanku tersungkur di selokan. Hingga akhirnya Ayah datang menolongku. Rasanya aku ingin mati saja. Sesampai di rumah, aku meminum cairan pemutih. Rasanya aku sudah mati, benar-benar mati. Tetapi ambulans datang, dan mengirimku ke rumah sakit. Aku selamat.
Sekembali dari rumah sakit, yang aku lihat di Facebook adalah komentar-komentar pedas seperti, “Ia layak mendapakannya”, atau “Sudah dibersihkan belum  lumpur yang mengotori rambutmu?”, bahkan ada komentar, “Aku harap ia mati saja!” Tak ada satupun yang peduli.
Pindahlah aku ke tempat lain, ke sekolah baru lagi, ke kota ibuku. Aku tak mau mempermasalahkan insiden itu, karena aku ingin move on. Sekitar enam bulan berlalu, ledekan dengan kiriman di Facebook tentang berbagai macam cairan pemutih, dan menandaiku pada foto tersebut terus berlangsung. Komentar-komentar kali inipun tak kalah pedasnya, seperti “Ia harus mencoba pemutih yang lain”. atau “Aku harap ia mati kali ini, tokh itu bukan hal bodoh untuk dilakukan”, bahkan ada pula yang menginginkannya untuk mencoba bunuh diri lagi.
Aku tak tahu kenapa ini harus terjadi. Aku berbuat salah, dan kenapa kalian terus memburuku? Aku bahkan sudah tinggalkan kota kalian. Aku hanya bisa menangis sekarang… Setiap hari aku selalu berpikir, mengapa aku masih ada di sini? Ketakutanku makin menjadi sekarang, aku tak berani keluar meski liburan musim panas. Semua masa laluku, kehidupanku tak pernah menjadi lebih baik. Tak bisa ke sekolah, bertemu dan bersama teman-teman… Aku sangat depresi…
Di tengah tekanan yang bertubi-tubi, akhirnya aku larut dalam depresi dan kembali sempat menyakiti dirinya sendiri. Aku harus mengkonsumsi obat anti depresi, bahkan sempat masuk ke rumah sakit lagi selama dua hari karena over dosis. Hidupku seolah terhenti. Tak ada yang tersisa dari hidupku sekarang. Aku tak punya siapapun, aku butuh seseorang…
LALU Pada tanggal 10 Oktober 2012 yang naas itu, ia akhirnya ditemukan meninggal dunia. Pihak kepolisian menyatakan, ini adalah aksi bunuh diri, tetapi tak bersedia merilis detil penyebabnya, meski ada media yang menyatakan ia menggantung diri.


                                                                 amanda todd

                                                                amanda todd

                                                                amanda todd 


nah, hatihati ya kawan, seburuk apapun seseorang dia pasti berubah kok, kita juga harusnya mendukung atau memberikan motivasi yg baik, bukan malah ngebully dan akhirnya itu membuat diri org tersebut tertekan.

btw ini videonya amanda todd yg di uploadnya ke youtube. silahkan yg mau nonton : 


 


sekian dulu yah, semoga bermanfaat ;)

wassalamualaikum..